Nama : FIFI ELLIN
Kelas : 1EA17
NPM : 12210769
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
TRADISI PERNIKAHAN TIONGHOA
Masyarakat Tionghoa di Indonesia adalah masyarakat patrilinial yang
terdiri atas marga / suku yang tidak terikat secara geometris dan
teritorial, yang selanjutnya telah menjadi satu dengan suku-suku lain di
Indonesia. Mereka kebanyakan masih membawa dan mempercayai adat
leluhurnya.
ADAT PERNIKAHAN
Upacara pernikahan merupakan adat perkawinan yang didasarkan atas dan
bersumber kepada kekerabatan, keleluhuran dan kemanusiaan serta
berfungsi melindungi keluarga. Upacara pernikahan tidaklah dilakukan
secara seragam di semua tempat, tetapi terdapat berbagai variasi menurut
tempat diadakannya; yaitu disesuaikan dengan pandangan mereka pada adat
tersebut dan pengaruh adat lainnya pada masa lampau.
Umumnya orang-orang Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia membawa adat
istiadat dan kebiasaan-kebiasaan mereka. Salah satu adat yang seharusnya
mereka taati adalah keluarga yang satu marga (shee ) dilarang menikah,
karena mereka dianggap masih mempunyai hubungan suku. Misalnya : marga
Lie dilarang menikah dengan marga Lie dari keluarga lain, sekalipun
tidak saling kenal. Akan tetapi pernikahan dalam satu keluarga sangat
diharapkan agar supaya harta tidak jatuh ke orang lain. Misalnya :
pernikahan dengan anak bibi (tidak satu marga, tapi masih satu nenek
moyang).
Ada beberapa yang sekalipun telah memeluk agama lain,namun masih menjalankan adat istiadat ini. Sehingga terdapat perbedaan di dalam melihat adat istiadat pernikahan yaitu terutama dipengaruhi oleh adat lain, adat setempat, agama, pengetahuan dan pengalaman mereka
masing-masing.
UPACARA-UPACARA YANG DILAKSANAKAN DALAM PERNIKAHAN
Pesta dan upacara pernikahan merupakan saat peralihan sepanjang
kehidupan manusia yang sifatnya universal. Oleh karena itu, upacara
perkawinan selalu ada pada hampir setiap kebudayaan. Demikian pula
halnya dengan adat pernikahan orang Tionghoa yang mempunyai
upacara-upacara antara lain :
A. Upacara menjelang pernikahan :
Upacara ini terdiri atas 5 tahapan yaitu :
Melamar : Yang memegang peranan penting pada acara ini adalah mak
comblang. Mak comblang biasanya dari pihak pria.
Penentuan : Bila keahlian mak comblang berhasil, maka diadakan penentuan
bilamana antaran/mas kawin boleh dilaksanakan.
Prosesi Seserahan Adat Tionghoa atau Sangjit
Dalam rangkaian adat Tionghoa, Sangjit dilakukan setelah acara lamaran. Hari dan waktu yang baik untuk melakukan Sangjit ini ditetapkan pada saat proses lamaran tersebut. Dalam prakteknya, Sangjit sering ditiadakan atau digabung dengan lamaran. Namun sayang rasanya meniadakan prosesi yang satu ini, karena makna yang terkandung di dalamnya sebenarnya sangat indah.
“Secara harfiah, Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan. Atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita,” jelas Anthony S. dari Anthony S. Musical Connections.
“Prosesi ini biasanya dihadiri rombongan pria yang terdiri dari keluarga inti dan keluarga besar (saudara dari orang tua, sepupu) atau teman-teman dekat jika dibutuhkan,” ungkap Henry dari Wine Wedding Planner. Sangjit biasanya diadakan antara 1 bulan sampai 1 minggu sebelum acara resepsi pernikahan dan berlangsung siang hari antara jam 11.00 sampai dengan 13.00 WIB dilanjutkan dengan makan siang.
Tata Caranya
Wakil keluarga wanita beserta para penerima seserahan (biasanya anggota keluarga yang telah menikah) menunggu di depan pintu rumah.
Dipimpin oleh anggota keluarga yang dituakan, rombongan pria pun datang membawa seserahan ke rumah si wanita. Rombongan ini terdiri dari: wakil keluarga serta para gadis/pemuda yang belum menikah pembawa nampan seserahan. Oh iya, di beberapa adat orang tua pria tidak ikut dalam prosesi ini. Seserahan diberikan 1 per 1 secara berurutan, mulai dari seserahan untuk ke-2 orang tua mempelai wanita, lalu untuk mempelai wanita, dan seterusnya.
Barang seserahan yang sudah diterima oleh pihak mempelai wanita dibawa ke dalam kamar untuk diambil sebagian. (lihat paragraf berikut)
Dilanjutkan dengan ramah tamah.
Pada akhir kunjungan, barang-barang seserahan yang telah diambil sebagian diserahkan kembali pada para pembawa seserahan. Dan sebagai balasannya, keluarga wanita pun memberikan seserahan pada keluarga pria berupa manisan (seperti permen/coklat) dan berbagai keperluan pria (baju, baju dalam, sapu tangan. Wakil keluarga wanita juga memberikan ang pao ke tiap-tiap pembawa seserahan yang biasanya terdiri dari para gadis/pemuda yang belum menikah tersebut (ang pao diberikan dengan harapan agar enteng jodoh). Jumlahnya variatif, biasanya sekitar Rp. 20.000 – Rp. 50.000.
Barang-barang seserahan Sangjit
Sebelum keluarga calon pengantin pria memutuskan barang apa yang akan dibawa, sebaiknya didiskusikan bersama keluarga si wanita terlebih dahulu. Barang-barang ini tentu saja memiliki makna simbolis yang juga disesuaikan dengan kondisi ekonomi mempelai pria. Setelah ditentukan, barang-barang tersebut diletakkan dalam nampan-nampan yang berjumlah genap, biasanya maksimal berjumlah 12 nampan.
Hal yang menarik saat acara ini adalah bahwa sebagian besar barang-barang seserahan ini sebaiknya sebagian dikembalikan lagi pada keluarga pengantin pria. Karena, bila keluarga wanita mengambil seluruh barang yang ada, artinya mereka menyerahkan pengantin wanita sepenuhnya pada keluarga pria dan tak akan ada hubungan lagi antara si pengantin wanita dan keluarganya. Namun bila keluarga wanita mengembalikan separuh dari barang-barang tersebut ke pihak pria artinya keluarga wanita masih bisa turut campur dalam keluarga pengantin.
Barang-barang seserahan biasanya terdiri dari :
Alat-alat kecantikan dan perhiasan untuk mempelai wanita (kadang-kadang juga sepatu untuk hari H)
Pakaian/kain untuk mempelai wanita. Maksudnya adalah segala keperluan sandang si gadis akan dipenuhi oleh si pria.
Uang susu (ang pao) dan uang pesta (masing-masing di amplop merah). Pihak mempelai wanita biasanya hanya mengambil uang susu, sedangkan untuk uang pesta hanya diambil jumlah belakangnya saja, sisanya dikembalikan. Contoh uang pesta sebesar: Rp. 1.680.000,- namun yang diambil hanya Rp. 80.000,- Apabila keluarga wanita mengambil seluruh uang pesta, artinya pesta pernikahan tersebut dibiayai keluarga wanita.
Tiga nampan masing-masing berisikan 18 buah (apel, jeruk, pear atau buah yang manis lainnya sebagai lambang kedamaian, kesejahteraan dan rejeki). Pihak mempelai wanita mengambil separuhnya, sisanya dikembalikan.
2 pasang lilin merah yang cukup besar diikat dengan pita merah, sebagai simbol perlindungan untuk menghalau pengaruh negatif. Lilin motif naga dan burung hong lebih disukai. Pihak mempelai wanita mengambil 1 pasang saja.
Sepasang kaki babi (jika tidak ada dapat digantikan dengan makanan kaleng) beserta 6 kaleng kacang polong. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnya.
Satu nampan berisikan kue mangkok berwarna merah sebanyak 18 potong, sebagai lambang kelimpahan dan keberuntungan. Pihak mempelai wanita mengambil separuhnyan.
Satu nampan berisikan dua botol arak atau sampanye. Pihak mempelai wanita mengambil semuanya, dan ditukar dengan dua botol sirup merah dan dikembalikan ke pihak mempelai pria.
Seniman kain dan pakar batik Obin ternyata juga seorang tokoh yang sangat concern dan mendalami adat istiadat Tionghoa. Selain barang-barang di atas, menurutnya proses Sangjit ini bisa juga ditambah dengan :
Kue satu, terbuat dari kacang hijau yang dijual satu-satu, artinya dua kebahagiaan menjadi satu.
Kaca, artinya berkaca pada diri sendiri, self conscious-morality.
Uang-uangan dari emas yang di-emboss kata ‘fuk’, yang dalam bahasa Indonesia berarti hoki/untung.
Dua bundel pita berupa huruf Cina yang berarti double happiness, artinya agar happy sampai tua nanti.
Buah-buahan
Buah atep yang disepuh merah, artinya agar tetap langgeng sampai kapan pun.
Buah ceremai, artinya agar rumah tangganya rame, happy, banyak sahabat dan keturunan.
Buah leket, artinya agar nempel dan lengket sampai kapan pun.
Buah atapson dari Kalimantan yang tumbuh di atas atap. Kalau sudah mulai muntah, mual-mual dikasih buah ini untuk memancing kehamilan.
Buah pala, tumbuh tegak lurus dimana pun dia ditanam, artinya kalau lurus, baik-baik saja maka dimana pun dia berada tetap tidak berubah.
Tunangan : Pada saat pertunangan ini, kedua keluarga saling
memperkenalkan diri dengan panggilan masing-masing, seperti yang telah
diuraikan pada Jelajah No. 3.
Penentuan Hari Baik, Bulan Baik : Suku Tionghoa percaya bahwa dalam
setiap melaksanakan suatu upacara, harus dilihat hari dan bulannya.
Apabila jam, hari dan bulan pernikahan kurang tepat akan dapat
mencelakakan kelanggengan pernikahan mereka. Oleh karena itu harus
dipilih jam, hari dan bulan yang baik. Biasanya semuanya serba muda
yaitu : jam sebelum matahari tegak lurus; hari tergantung perhitungan
bulan Tionghoa, dan bulan yang baik adalah bulan naik / menjelang
purnama.
B. Upacara pernikahan :
3 - 7 hari menjelang hari pernikahan diadakan "memajang" keluarga
mempelai pria dan famili dekat, mereka berkunjung ke keluarga mempelai
wanita. Mereka membawa beberapa perangkat untuk meng-hias kamar
pengantin. Hamparan sprei harus dilakukan oleh keluarga pria yang masih
lengkap (hidup) dan bahagia. Di atas tempat tidur diletakkan mas kawin.
Ada upacara makan-makan. Calon mempelai pria dilarang menemui calon
mempelai wanita sampai hari H.
Malam dimana esok akan diadakan upacara pernikahan, ada upacara "Liauw
Tiaa". Upacara ini biasanya dilakukan hanya untuk mengundang teman-teman
calon kedua mempelai. Tetapi adakalanya diadakan pesta besar-besaran
sampai jauh malam. Pesta ini diadakan di rumah mempelai wanita. Pada
malam ini, calon mempelai boleh digoda sepuas-puasnya oleh teman-teman
putrinya. Malam ini juga sering dipergunakan untuk kaum muda pria
melihat-lihat calonnya (mencari pacar).
C. Upacara Sembahyang Tuhan ("Cio Tao")
Di pagi hari pada upacara hari pernikahan, diadakan Cio Tao. Namun,
adakalanya upacara Sembahyang Tuhan ini diadakan pada tengah malam
menjelang pernikahan.
Upacara Cio Tao ini terdiri dari :
. Penghormatan kepada Tuhan
. Penghormatan kepada Alam
. Penghormatan kepada Leluhur
. Penghormatan kepada Orang tua
. Penghormatan kepada kedua mempelai.
Meja sembahyang berwarna merah 3 tingkat. Di bawahnya diberi 7 macam
buah, a.l. Srikaya, lambang kekayaan.
Di bawah meja harus ada jambangan berisi air, rumput berwarna hijau yang
melambangkan alam nan makmur. Di belakang meja ada tampah dengan garis
tengah ?2 meter dan di atasnya ada tong kayu berisi sisir, timbangan,
sumpit, dll. yang semuanya itu melambangkan kebaikan, kejujuran, panjang
umur dan setia.
Kedua mempelai memakai pakaian upacara kebesaran Cina yang disebut baju
"Pao". Mereka menuangkan teh sebagai tanda penghormatan dan memberikan
kepada yang dihormati, sambil mengelilingi tampah dan berlutut serta
bersujud. Upacara ini sangat sakral dan memberikan arti secara simbolik.
D. Ke Kelenteng
Sesudah upacara di rumah, dilanjutkan ke Klenteng. Di sini upacara
penghormatan kepada Tuhan Allah dan para leluhur.
E. Penghormatan Orang tua dan Keluarga
Kembali ke rumah diadakan penghormatan kepada kedua orang tua, keluarga,
kerabat dekat. Setiap penghormatan harus dibalas dengan "ang pauw" baik
berupa uang maupun emas, permata. Penghormatan dapat lama, bersujud dan
bangun. Dapat juga sebentar, dengan disambut oleh yang dihormati.
F. Upacara Pesta Pernikahan
Selesai upacara penghormatan, pakaian kebesaran ditukar dengan pakaian
"ala barat". Pesta pernikahan di hotel atau tempat lain.
Usai pesta, ada upacara pengenalan mempelai pria ( Kiangsay ).
Mengundang kiangsay untuk makan malam, karena saat itu mempelai pria
masih belum boleh menginap di rumah mempelai wanita.
G. Upacara sesudah pernikahan
Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari :
Teh Pai
Teh pai adalah setelah acara pernikahan dimana seluruh sanak
keluarga dari keluarga suami maupun istri memberikan hadiah sebagai
dasar pembangunan keluarga yang menikah, dimana dalam Teh pai ini
pihak tertua biasanya memberikan petuah kepada orang akan menikah, dalam membina rumah tangga mereka. Upacara adat pernikahan Tionghoa identik dengan menyajikan teh. teh memang banyak digunakan dalam perayaan-perayaan masyarakat Tionghoa, salah satunya pernikahan. Teh dianggap minuman rakyat dan menyajikan teh merupakan tanda penghormatan.
Pernikahan Tionghoa biasanya menggunakan biji bunga teratai yang memiliki makna tersendiri. Kata “teratai” dengan “tahun” memiliki bunyi yang hampir sama, walaupun dalam segi arti berbeda. Orang Tionghoa percaya dengan menaruh benda-benda, seperti biji bunga teratai akan membantu pasangan pengantin baru dapat melahirkan banyak anak, dan
Mengapa biji teratai dapat memberikan pengantin baru banyak anak? Hal ini berkaitan sang mertuapun akan memiliki banyak cucu.dengan silsilah kata biji teratai atau Lian Zi yang diibaratkan sebagai Nian Zi atau Nian You Zi. Yang artinya setiap tahun memiliki anak. Jika terdapat tunas yang muncul apda biji teratai tersebut, jangan lupa untuk mehilangkannya karena tunas memiliki rasa yang pahit.
Dalam tradisi Tionghoa menyajikan teh dengan memegang alas cangkir teh menggunakan kedua belah tangan, merupakan sebuah bentuk penghormatan. Di saat menyajikan teh, sang pengantin wanita berada di sebelah kanan pengantin pria.
Selain menyajikan teh pada kedua orangtua, kedua pengantin baru ini pun diharuskan menyajikan teh pada kerabat yang lebih tinggi lagi tingkatannya dan yang lebih tua dengan menyebutkan tingkatan. Misalnya paman pertama, bibi kedua, kakak pertama, dan lainnya. Penyajian teh pun dilakukan secara berurutan, mulai dari anggota keluarga tertinggi tingkatannya, misalnya mulai dari kakek, nenek dari ayah pengantin pria, lalu kakek dan nenek dari ibu pengantin pria, orangtua pengantin pria, dan lainnnya.
Jika tingkatan dari yang mendapat penghormatan yang lebih tinggi, seperti kakek, ayah, atau paman, maka kedua pengantin baru diharuskan berlutut. Sedangkan yang mendapatkan penghormatan dalam posisi duduk.
Berbeda jika yang mendapat penghormatan tidak lebih tinggi tingkatannya dari sang pengantin, namun tentunya masih lebih tua dari kedau pasangan tersebut, misalnya kakak. Maka kedua pengantin tidak perlu berlutut. Sebagai balasan telah menyajikan teh, kedua pengantin akan menerima Hong Bao atau Angpao berisi uang atau perhiasan.
Selesai memberi petuah mereka memberikan hadiah biasanya berbentuk
perhiasan, uang, alat kebutuhan rumah tangga sebagai tanda membantu perekonomian keluarga mereka.
Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari :
1. Cia Kiangsay
2. Cia Ce'em
Pada upacara menjamu mempelai pria ("Cia Kiangsay") intinya adalah
memperkenalkan keluarga besar mempelai pria di rumah mempelai wanita.
Mempelai pria sudah boleh tinggal bersama.
Sedangkan "Cia Ce'em" di rumah mempelai pria, memperkenalkan seluruh
keluarga besar mempelai wanita.
Tujuh hari sesudah menikah diadakan upacara kunjungan ke rumah-rumah
famili yang ada orang tuanya. Mempelai wanita memakai pakaian adat Cina
yang lebih sederhana.
PERUBAHAN YANG BIASA TERJADI PADA ADAT UPACARA PERNIKAHAN :
Ada beberapa pengaruh dari adat lain atau setempat, seperti :
Mengusir setan atau mahkluk jahat dengan memakai beras kunyit yang
ditabur menjelang mempelai pria memasuki rumah mempelai wanita. Demikian
juga dengan pemakaian sekapur sirih, dan lain-lain.
Pengaruh agama, jelas terlihat perkembangannya :
Sekalipun upacara Sembahyang Tuhan / Cio Tao telah diadakan di rumah,
tetapi untuk yang beragama kr****n tetap ke Gereja dan upacara di
Gereja. Perubahan makin tampak jelas, upacara di Kelenteng diganti
dengan di gereja.
Pengaruh pengetahuan dan teknologi, dapat dilihat dari kepraktisan
upacara.Dewasa ini orang-orang lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara
yang berbelit-belit. Apalagi kehidupan di kota-kota besar yang telah
dipengaruhi oleh teknologi canggih.
Sebagai suatu pranata adat yang tumbuh dan mempengaruhi tingkah laku
masyarakat yang terlibat di dalamnya, sasaran pelaksanaan adat
pernikahan Tionghoa mengalami masa transisi. Hal ini ditandai dengan
terpisahnya masyarakat dari adat pernikahan tersebut melalui pergeseran
motif baik ke arah positif maupun negatif dan konflik dalam keluarga.
Dewasa ini masyarakat Tionghoa lebih mementingkan kepraktisan ketimbang
upacara adat. Hampir semua peraturan yang diadatkan telah dilanggar.
Kebanyakan upacara pernikahan berdasarkan dari agama yang dianut.
Sebuah karakter Tionghoa yang banyak dikenal, Kebahagiaan Ganda, yang tertera pada kertas merah atau potongan kertas selalu ada pada saat pernikahan.
Terdapat asal usul dibalik itu.
Pada masa Dinasti Tang, terdapat seorang pelajar yang ingin pergi ke Ibukota untuk mengikuti ujian negara, dimana yang menjadi juara satu dapat menempati posisi menteri.
Sayangnya, pemuda itu tersebut jatuh sakit di tengah jalan saat melintasi sebuah desa di pegunungan. Untung seorang tabib dan anak perempuannya membawa pemuda itu ke rumah mereka dan merawat sang pelajar. Pemuda tersebut dapat sembuh dengan cepat berkat perawatan dari tabib dan anak perempuannya.Demikianlah tradisi dan kebudayaan pernikahan tionghoa yang masih ada sampai sekarang.
Rabu, 05 Januari 2011
Selasa, 23 November 2010
Tugas Ilmu Budaya Dasar
NAMA : FIFI ELLIN
KELAS : 1EA17
NPM : 12210769
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
Bab I
1. 1. Jelaskan 3 tujuan mahasisa mempelajari IBD ?
Jawab :
- Mengusahakan penajaman kepkaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama untu kepentingan profesi mereka.
- Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan ,mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
- Mengusahakan agar mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas.
2. 2. Masalah apa yang dipelajari dalam IBD ?
Jawab :
-Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi masing-masing keahlian didalam pengatahuan budaya , maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
-Hakekat manusia yang satu/universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam,sosial dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan , akan tetapi juga ketidakseragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam bentuk dan corak ungkapan, pikiran dan perasaan, tingkah laku dan hasil kelakuan mereka.
3. 3.Siapakah yang di sebut manusia? Dan apapula yang dinamakan kebudayaan.
Jawab:
-Manusia dilihat dari unsure-unsur yang membangun manusia:
* Terdiri dari 4 unsur:
a. Jasad (badan kasar manusia yang nampak luarnya dapat diraba)
b. Hayat (mengandung unsure hidup)
c. Ruh (bimbingan dan pimpinan Tuhan)
d. nafs (dalam pengertian diri :kesadaran tentang diri sendiri)
* Manusia sebagai suatu kepribadian:
a. Id (struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak)
b. Ego (Menghubungkan energy id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti orang lain)
c. Superego (struktur kepribadian paling akhir yang terbentuk dari lingkungan eksternal
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) mansia yang bertujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya,dapat pula di artikan sebagai segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.
BAB II
1. 1. Jelaskan pengertian cinta kasih dan kasih sayang?
Jawab:
Cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang dengan kepada menaruh belas kasihan .
Kasih sayang adalah perasaan sayang ,perasaan cinta ,atau perasaan suka kepada seseorang
2. 2. Sebukan unsur-unsur kasih sayang ,bagaimana jika salah satu unsure kasih sayang hilang?
Jawab:
Sadar atau tidak sadar masing-masing pihak dituntut tanggugjawab,pengorbanan.kejujuran,saling percaya,saling pengertian,saling terbuka sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.Bila salah unsur kasih sayang hilang,misalnya unsur tanggung jawab maka retaklah keutuhan rumah tangga itu.Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran,terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
3. 3. Menurut Eric fromm ada 4 syarat untuk mewujudkan cinta kasih?jelaskan!
Jawab:
a. Pengasuhan ,contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya,bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasih sepenuh hati mengasuh anaknya.
b. Tanggung jawab adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukan penyelenggaraan atau hubungan fifik.
c. Perhatian adalah memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya.
d. Pengenalan adalah keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
4. 4. Jelaskan pengertian cinta agape,cinta philia,cinta amor dan cinta eros?
Jawab:
Cinta agape adalah cinta manusia kepada Tuhan.
Cinta philia adalah cinta kepada ibu ,bapak (orangtua) dan saudara.
Cita amor dan eros adalah cinta antara pria dan wanita,perbedaan cinta amor dan eros:
· Cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan,cinta amor karena unsure-unsur yang sulit dinalar,misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.
5. 5.Apa yang dimaksud defisiensi?
Jawab:
Defisiensi adalah kekurangan
BAB III
1. 1. Jelaskan pengertin keindahan menurut The Liang gie,Plato,dan Aristoteles?
Jawab:
The Liang gie (garis besar estetika) dalam bahasa inggris:beautiful,prancis:beau,italia dan spanyol:bello berasal dari kata latin bellum.akar katanya adalah bonum yang berarti kebaikan,kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi bonellum dan terakhir di perpendek menjadi bellum.
Plato :menyebutkan tentang watak yang indah dan hukum yang indah
Aristoteles:keindahan sebagai suatu yang selain baik juga menyenangakan
2. 2. Apa yang dimaksud dengan nilai ekstrinsik dan intrinsic suatu benda?
Jawab:
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari suatu benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
3. 3. Apa tujuan manusia menciptakan keindahan?
Jawab:
· Tatanilai yang telah using (adat istiadat tidak sesuai lagi dengan keadaan)
· Kemerosotan zaman (keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan/kemerosotan moral)
· Penderitaan manusia (nafsu yang ingin berkuasa,serakah,tidak berhati-hati)
· Keagungan Tuhan (keindahan alam dan keteraturan alam semesta)
Bab IV
1. Sebutkan sebab-sebab tmbulnya penderitaan manusia ?
Jawab :
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Penderitaan akan dialami semua orang dan sudah merupakan risiko hidup. Tuhan memberikan kesenangan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan/kesedihan yang kadang – kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan diri dari –Nya. Faktor yang paling menentukan adalah manusia itu sendiri sebagai akibat nafsu, ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati,dsb.
2. Sebutkan hal-hal yang dapat menyebabka manusia mengalami kekalutan mental?
Jawab :
a. Kepribadian yang lemah (kondisi jasmani dan mental yang kurang semprurna)
b. Terjadi konflik sosial budaya (norma yang berbeda)
c. Cara pematangan batin (memberikan reaksi berlebihan terhadap kehiduan sosial)
3. Kekalutan mental pada seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif?jelaskan?
Jawab :
Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup. Misalka melakukan sholat tahajut waktu mala hari untuk mrmperoleh ketenangan da mencari jalan kelua untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
Negatif : trauma yang dialami di perlarutkan/diperturutkan sebagai yang bersangkutan mengalami frustasi (tekana batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan)
4. Tuliskan bentuk – bentuk frustasi?jelaskanlah!
Jawab :
1. Agresi : berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi) atau tindakan sadis yang dapat membahayakan sekitarnya.
2. Regresi : kembali pada pola reaksi yang primitive atau kekanak-kanakan (infantil) misalnya menjerit-jerit,menangis sampai meraung raung
3. Fiksasi : pelekatan/pembatasan pada suatu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul dada sendiri , membentur-benturkan kepala pada benda keras.
4. Proyeksi : merupakan usaha melemparkan/memproyeksikan kelemahan dan sikap –sikap sendiri yang negative pada orang lain.
5. Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya, misalnya dalam kecantikan yang bersangkutan menyamakan diri denga bintang film, dala soal harta dan kekayaan dengan pengusaha kaya dan sukses.
6. Narsisme : self love yang berlebihan , sehingga yang bersangkutan merasa dirinya superior disbanding orang lain.
7. Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tida mau berkomunikasi dengan orng lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
5. Di lingkungan yang bagaimanakah kekalutan mental banyak terjadi?
Jawab :
a. Kota –kota besar yang banyak member tantangan hidup yang berat, sehingga orang merasa di kejar-kejar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tetapi sebaliknya sebagian orang tidak mau tahu keperluan hidupnya, sebagian orang tidak mau tahu terhadap penderitaan orang lain akibat egoism cirri masyarakat kota.
b. Anak-anak usia muda yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau didiam-diamkan , karena tidak berimbangnya kemampuan dengan tujuannya, sehingga pada orang –orang usia tuapun sering mengalami penderitaan dala kenyataan hidupnya akibat norma lama yang dipegang teguh tidak sesuai dengan norma baru yang tengah berlaku.
c. Wanita lebih mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau perasaannya, tetapi sult mengeluarkan perasaannya tersebut.
d. Orang yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan, bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi ,dalam keadaan sulit orang ini mudah sekali mengalami penderitaan.
e. Orang yang terlalu mengejar materi seperti pedagang dan pengusaha memiliki sifat ngoyo dalam memperoleh tujuan kegiatannya yaitu mencari untung sebanyak mungkin.
Bab V
1. Jelaskan macam-macam keadilan dan sebutkan pegertiannya?
Jawab:
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
- Keadilan legal atau keadilan moral : keadilan yang timbul karena penyatua dan penyesuaian untuk member tempat selaras kepada bagian-bagia yang membentuk suatu masyarakat. Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan subtansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orag menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya. Pendapat ini disebut keadilan moral/keadilan legal.
- Keadilan distributif : aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama (justice is done when equals are treated equally)
- Keadilan komutatif ;keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.
2. Jelaskan pengertian keadilan menurut aristoteles,plato dan Socrates?
Jawab :
· Aristoteles : kelayakan dalam tindakan manusia
· Plato : diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal
· Socrates : memproyeksikan keadilan pada pemerintahan, eadilan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah merasaka bahwa phak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
3. Sebutkan bermacam-macam aspek sebab orang melakuka kecurangan ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya?
Jawab :
Aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspe peradaban, da aspek teknik. Apabila empat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar , maka segalanya akan berjalan dengan norma-norma moral atau norma hukum.
Bab VI
1. Sebutkan pengertian pandangan hidup?
Jawab :
Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalama sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
2. Sebutkan 3 macam klasifikasi pandangan hidup berdasarkan asalnya ?
Jawab :
a. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandanga hidup yang mutlak kebenaranya
b. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaika dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
c. Pandangan hidup hasil renunga yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.
3. Pada dasarnya pandanga hidup memiliki 4 unsur , tuliskanlah unsure-unsur tersebut?
Jawab :
4 unsur yaitu cita-cita, kebijakan, usaha, keyakinan/ kepercayaan. Keempat unsure tersebut merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan.
4. Sebutkan 3 faktor agar seseorang dapat mencapai cita-cita?
Jawab :
Yaitu : Faktor manusia (ditentukan oleh kualitas manusianya), faktor kondisi (yang menguntungkan dan menghambat terciptanya cita-cita),faktor tingginya cita-cita
5. Untuk mengetahui kebaikan dari 3 segi , tuliskanlah?
Jawab :
1. Manusia sebagai makhluk pribadi, dapat menentuka sendiri apa yang baik dan apa yang buru . baik dan buruk ditentukan oleh suara hati.
2. Manusia sebagai anggota masyarakat, maka seseorang terikat oleh suara masyarakat. Setiap masyarakat adalah kumpulan pribadi-pribadi ,sehingga setiap suara masyarakat pada hakekatnya adalah kumpula suara hati pribadi- pribadi dalam masyarakat.
3. Manusia sebagai makhluk Tuhan, manusiapun mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat baik da mengelakka perbuatan yang tidak baik
6. Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi tingkah seseorang ?
Jawab :
1. Faktor pembawaan (hereditas) : ditentukan pada waktu seseorang dalam kandungan, diturunkan oleh orang tua.
2. Faktor lingkungan (environment) : merupakan alam kedua yang terjadinya setelah orang anak lahir (keluarga,sekolah, masyarakat)
3. Faktor pengalaman : yang khas yang pernah diperoleh , baik pengalaman pahit sifatnya negative, maupun pengalaman manis yang sifatnya positif memberikan kepada mansia bekal sebagai pertimbangan sebelum seseorang mengambil tindakan.
7. Sebutkanlah urutan langkah-langkah dalam melaksanakan pandangan hidup?
Jawab :
1. Mengenal
2. Mengerti
3. Menghayati
4. Meyakini
5. Mengabdi
6. Mengamankan
Bab VII
1. Sebutkan pengertian tanggung jawab ?
Jawab :
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja
2. Tuliskan macam – macam tanggung jawab ?
Jawab :
a. Tanggung jawab sendiri : menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadia sebagai manusianpribadi. Dengan demikian bisa menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri
b. Tanggung jawab kepada keluarga : menyangkut nama baik keluarga
c. Tanggung jawab kepada masyarakat : agar dapat melangsngkan hidupnya dala masyarakat, sesuai denga kedudukannya sebagai makhluk sosial.
d. Tanggung jawab kepada bangsa da Negara : tiap manusia ,tiap individu adalah waga Negara suatu Negara,. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang di buat Negara.
e. Tanggung jawab kepada Tuhan : tindakan manusia tidak bias lepas dari hukuman –hukuma Tuhan yang dituangka dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.
3. Jelaskan pengertian pengabdian !
Jawab :
Pengabdian adalah perbuata baik yang erupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perwujuda kesetiaan, cinta kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan iklas.
4. Kepada siapakah pengabdian itu dilakukan!
Jawab :
Kepada Tuhan
Bab VIII
1. Jelaskan pengertian kegelisahan ?
Jawab :
Kegelisahan adalah hal ang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir,tidak tenang dalam tingkah lakunya,tidak sabar, ataupun kecemasan.
2. Sebutkan gejala-gejala seseorang mengalami kegelisahan?
Jawab :
Gejala –gejalanya, yaitu tingkah laku dan gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu biasanya,misalnya berjalan mundar mandir dalam ruang tertentu sambil menundukan kepala, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung/sayu, memandang jauh ke depa sambil mengepal-ngepalkan angannya,malas bicara, dan lain-lain
3. Menurut Sigmund freud ada 3 macam kecemasan ,tuliskanlah !
Jawab :
- Kecemasan obyektif adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.
- Kecemasan neoritis (syaraf) adalah kecemasan yang timbul karna pengamatan bahaya dari naluriah, yaitu kecemasan yang timbul karna penyesuaian diri dengan lingkungan(takut bayangan sendiri,takut idnya sendiri), rasa takut lain , rasa gugup, gagap, dll, dan bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia)
- Kecemasan moril adalah kecemasan yang disebabkan karna pribadi seseorang (iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang)
4. Apa yang menyebabkan orang gelisah ?
Jawab :
Yaitu karna pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu akibat dari suatu ancaman dari luar maupun dari dalam. Contoh bila ada suatu tanda bahay seperti banjir,gunung meletus,dll, orang aka gelisah karna bahay itu mengancam akan kehilangan hak orang sekaligus,hak milik, hak memperoleh perlindungan,dll
5. Jelaskan cara menghilangkan kegelisahan ?
Jawab :
Pertama-tama harus dimulai dari diri kita sendiri yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan bias diatasi.
6. Jelaskan cara yang paling ampuh mengatasi kegelisahan ?
Jawab :
Dengan kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita kepada Tuhan sepenuhnya kepada –Nya. Kita harus percaya bahwa Tuhanlah Maha kuasa , Maha pengasih, Maha penyayang dan Maha pengampun.
7. Mengapa kita menjadi gelisah ?
Jawab :
Yaitu karna orang takut kehilangan hak-haknya,dan karna suatu ancaman baik dari luar maupn dari dalam.
8. Jelaskan sebab-sebab terjadinya ketidakpastian?
Jawab :
· Obsesi : gejala neorosa jiwa yaitu ada pikiran/perasaan tertentu secara terus menerus. Biasanya hal-hal yang tidak menyenangkan.
· Phobia : rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal kepada suatu hal/kejadian tanda diketahui sebab-sebabnya.
· Kompulasi : keraguan-keraguan tenang apa yang telah di kerjakan , sehingga ada dorongan yang tidak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
· Histeria : Neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental ,kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan ,kelemahan syaraf,tidak mampu menguasai diri ,sugesti dari sikap orang lain.
· Delusi : pikiran yang tidak beres, karna berdasarkan suatu keyakinan palsu tidak memakai akal sehat , tidak ada dasar kenyataan, tidak sesuai dengan pengalaman.
· Halusinasi : khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera.
· Keadaan emosi : sikapnya dapat apatis/terlalu gembira dengan gerakan lari-larian, ketawa dan berbicara, dapat pula kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat,gelisah resah, suka mengeluh.
9. Delusi ada 3 macam, jelaskan ?
Jawab :
a. Delusi persekusi : menganggap keadaan sekitarnya jelek .tidak mngenal tetangga kiri kanan karna menganggap jelek.
b. Delusi keagungan : menanggap dirinya orang penting dan besar. Gila hormat, orang-orang disekitarnya dianggap tidak penting. Akhirnya semua orang menjauh juga.
c. Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah , hina, dan berdosa hal ini dapat menyebabkan buyuten/delirium treatment (hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-otot tak berkuasa lagi)
10. Jelaskan perbedaan delusi dan halusinasi ?
Jawab :
Delusi : pikirannya tidak beres, karna keyakinan yang palsu. Tidak memakai akal sehat, tidak atas dasar kenyataan/tida sesuai pengalaman , sedangkan
Halusinasi : khayalan yan terjadi tanpa rangsangan panca indera. Dengan sugesti orang dapat dapat juga berhalusinasi. Halusinasi buatan (pemabuk/pemakai obat bius), kadang-kadang karna halusinasi orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya.
Bab IX
1. Jelaskan pengertian harapan?
Jawab :
Harapan adalah keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Harapa menyangkut masa depan.
2. Apa persamaan harapan dan cita-cita?
Jawab :
- keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
- Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
3. Apa perbedaan cita-cita dan harapan?
Jawab :
Harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang.
4. Jelaskan yang mendorong manusia mempunyai harapan ?
Jawab :
Dorongan kodrat (sifat, keadaan, pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia itu diciptakan, misalnya menangis , gembira, berjalan , berkata, mempunyai keturunan, dsb.
Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam – macam kebutuhan hidup yaitu kebutuhan jasmani dan rohani.
5. Jelaskan pendapat Abraham maslow mengenai kodrat harapan manusia
Jawab :
a. Kelangsungan hidup (survival) : manusia membutuhkan sandang, pangan, dan papan.
b. Keamanan : setiap orang membuuhkan keamanan
c. Hak dan kewajiban mencntai dan dicintai : tiap orang memiliki hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran antara hak dan kewajiban.
6. Jelaskan 3 teori kebenaran?
Jawab :
1. Teori koherensi atau konsistensi : suatu pernyataan yang dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi/konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Contoh :setiap manusia akan mati. Paul manusia. Paul akan mati.
2. Teori korespondensi : suatu teori yang mejaanka bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang di kandung pernyataan itu berkorenponden (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contoh : Jakarta ibukota republic Indonesia .
3. Teori pragmatis : kebenaran suatu pernyataan yang diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
7. Dihubungkan dengan harapan, jelaskan maksud pepatah “seperti pungguk merindukan bulan”?
Jawab :
Maksud pepatah tersebut adalah menginginkan sesuatu yang tidak mungkin, berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha seseorang yang mempun yai harapan.
8. Bagaimana cara harapan/keinginan dapat terwujud?
Jawab :
Usaha orang yang punya harapan,tergantung pada pengetahuan ,pengalaman, lingkungan,kemampua masing-masing, harus berdasarkan kepercayaan diri sendiri dari Tuha Yang Maha Esa,dan dengan usaha dan doa.
Langganan:
Postingan (Atom)